Kamis, 10 Juli 2014

How do you say 'wi-fi'?



Assalamu’alaikum..
Selamat pagi^^ welcome back with me[again&always._.v] hihi...

Kembali dengan masalah-masalah sepele(?) yang mau aku curhatin disini.. lol. 
Temans, kalian pernah mikir nggak atau pernah terfikirkan/? Gimana cara nyebut tulisan >> “wi-fi”.
Wai-fi kah? Wi-fi kah? Wai-fai kah? Wi-fai kah?-_- sejujurnya, aku bingung buat nyebutinnya. Kadang, aku bilang “wai-fi” kadang juga “wai-fai” tapi sih ngga kefikiran buat bilang “wi-fi”. Nah kalau diturutin bener bahasa inggrisnya, bacaan yang betul itu kan “wai-fi” soalnya kan dalam alfabet inggris huruf ‘I’ dibaca ai. So, aku nyebutinnya “wai-fai” sometimes-_- tapi karena kadang aku juga terpengaruh dengan orang-orang yang sering ngucapinnya tuh “wai-fi”. Membingungkan.

Yang aku takutin adalah, kalau misalnya aku ke kota besar gitu atau ke ibukota atau ke pulau jawa sana, atau kemana aja(?) nanti aku ngucapinnya “wai-fi” terus diketawain, kan malu............

Jadi gimana coba? Apa harus terbiasa ngucapin “wai-fai” dari sekarang? Tapi jujur aja, kurang enak ngucapinnya. Enakan “wai-fi” buat diucapin—“ aduh gimana ya? Gimana dong? Ya biarin aja deh, iya biarin-_- oke, bye.

Sorry kalau ga jelas-________-v

Xoxo

Selasa, 08 Juli 2014

Aamiin or Amin?

Assalamu'alaikum :)

Hello... maaf ya udah lama nggak nge-post di blog.___.v meski liburan, tapi rasanya malaaaaaas banget buat buka blog. Serius. Malas.

Nah, disini aku mau bahas tentang sesuatu yang mungkin 'kurang di perhatikan' sama orang banyak, atau cuma aku aja yang baru nyadar/? oke,lupakan. Diperhatikan ataupun nggak, aku bakalan tetap nge-post ini;p

Jadi...... baru-baru ini aku baru disadarin sama papa tentang satu kata ini. Yaitu kata yang diucapkan setelah kita membaca do'a. Ceritanya, sehabis pulang tarawih (postingan edisi ramadhan :D) papa cerita gitu tentang buya yang ngebaca ayatnya kelamaan, terus papa bilang takutnya nanti terjadi salah arti/! Mama bilang ke papa, buya kok dikritik, udah hebat ilmunya. Dan papa bilang do'a in aja papa juga bisa ilmunya se level dengan buya. Papa nyuruh aku nge-iya-in. Ya aku jawab, Amin. Nah papa bilang, kalo Amin itu artinya bukan biar dikabulin, yang benar itu Aamiin. Agak dipanjangkan. Dan disitu aku jadi ikutan berfikir demikian. Selama ini, aku dan mungkin kebanyakan dari kita kalo abis baca do'a cuma bilang 'Amin'. Cepat gitu. Dan kita nggak sadar kalau itu bukan kata penutup do'a. Dan setelah aku survei a.k.a ngecek(-_-) ke beberapa akun twitter baik punya pak Mario teguh xD dan akun islami gitu, ternyata mereka bikinnya 'Aamiin' bukan Amin. Kebayangkan betapa sepele nya itu? Tapi kata itu sendiri punya arti yang mendalam buat do'a kita. Iya kan?

Kesimpulannya adalah; mulai dari sekarang sebaiknya buat orang-orang seperti saya-_- eh ya maksudnya, yang ngomongnya 'Amin' kita ubah deh jadi 'Aamiin'. InsyaAllah, mudah-mudah an do'a kita bisa di ijabah sama Allah Swt., Aamiin.
Once again, Aamiin.

Okedeh, selamat malam. Xoxo^^