Hai! Hai! And hai!
Langsung aja, aku pengen curhat cerita panjang x lebar (kalau nanti ga panjang2 banget, maklumin aja)
Suatu keputusan yang sulit memang ketika kamu harus nentuin sesuatu buat masa depan. And it just happened to me not a while ago.
Aku mundur dari univ favorit sbmptn yang cuma sempat kuliah sebulan-an doang (doang???)
Pertanyaan kayak "udah yakin?" "apa gak sayang?" (sayang kok, eh.-.) "apa gak rugi? gak takut nyesel?" Dan semacamnya udah terdengar biasa di telinga aku (hmm???)
sesuatu tentang penyesalan pun, insyaAllah gak akan aku biarkan singgah di hati dan pemikiran. Because it just our mindset, i think?
Alhamdulillahnya, aku dikelilingi keluarga yang meskipun aku kecewain tapi tetap nerima aku apa adanya(?) huahuahuaa *ya maksudnya gak dibiarin aku jatuh sendirian*
Karena ya, aku ngerasa jatuh dan mental breakdown banget di momen ini
Alasan. Kenapa aku mundur? Apa sih alasan mundur kaya gini?
Kalau aku jawab juga mungkin ngga bisa kamu terima dengan jelas. 'Cause you won't know how someone feels untill it happen to you
Menurut aku gitu.
Dari awal aku udah ngerasa ragu, di perjalanan menuju 'sana'. Dan bodohnya karena dikelilingi keluarga jadi aku nikmatin aja kebodohan/keraguan itu:)) pas udah ditinggal sendiri baru kerasa deh:)
Jadi ingat pesan papa "kalau kamu rasanya ragu, mending nggak usah sama sekali. Orang ragu-ragu itu udah kalah duluan sebelum bertanding"
baru nyadar quote nya sekarang hwaseeem
Terus gimana dengan orang-orang yang udah kamu kecewain, Si? Hold up.
Kalau ortu dan keluarga aku sih (insyaAllah) sudah ikhlas menerima (mendukung keputusanku malah) begitu juga teman-teman dekat dan spesial aku (ehem)
Tapi kalau untuk mereka-mereka yang merasa aku kecewain, sorry. Cuma bisa bilang maaf, karena orangtua aku aja sudah menerima dan memaafkan. Gimana dengan kamu? Tau posisi dong? Hehee
Yhaaa, if you want to hate/dislike/whatsoever you can. Feel free to hate-_- i am just who i am. Manusia biasa yang berbuat kesalahan dan berdosa. Tapi, adakah yang terbunuh dengan tindakan-ku? Ku harap tidak. Dan aku tidak melakukan kriminal, bukan?
➡ Atau kamu ngerasa salah jurusan Si? No, tidak kepikiran sampai situ.
It's not the major which matter but it is me, most matter.
Jujur sih sekarang setelah perlahan-lahan masalah 'clear', rasanya lega kayak satu persatu beban di pundak di angkat. Badan jadi ringan aja gitu (hah?)
Dibanding sebelumnya waktu aku diem-dieman gak mau orang-orang tau. Karena apa? Malu. Tapi, sekalipun malu sih sekarang udah nggak begitu. Terserah deh kalau dibilang gak punya malu (-_- hehe) sekarang cuma rada canggung aja kalau ketemu orang-orang. Takut dikata-katain *confession* (anaknya se insecure itu)
Moral of the story: kamu ngga usah
ngata2in orang deh takutnya balik kena ke kamu, heheh.
Lha emang aku (writer) ngata2in orang jadinya gini? Mungkin. Aku lupa heehe.
Dan udah takdirnya juga gini kali ya? Yhaaaa sudahla
Jum'at, 11 November 2016
8:37 PM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar